Jenis-jenis Simbiosis dan Penjelasannya

Hubugan timbal balik antara dua makhluk hidup disebut simbiosis. Ada 3 jenis simbiosis, yaitu:

Simbiosis Mutualisme

Makanan lebah adalah madu yang berasal dari bunga, sama dengan kupu-kupu yang juga memiliki makanan madu. Pada saat menghisap madu, tubuh lebah akan menyentuh bagian bunga yaitu putik dan benang sari. Akibatnya serbuk sari dapat menempel pada kepala putik sehingga terjadi penyerbukan.

Selain kupu-kupu dan lebah, yang dapat membantu penyerbukan adalah burung-burung kecil yang menghisap madu. Burung tersebut biasanya memiliki paruh yang panjang sehingga dapat masuk ke dalam bunga untuk menghisap madu.

Jadi, simbiosis mutualisme adalah hubungan timbal balik antara dua makhluk hidup yang saling menguntungkan. Contoh lain dari simbiosis mutualisme adalah antara burung jalak dan kerbau. Burung jalak mencari makan dari tubuh kerbau yang berupa kutu. Kerbau pun merasa diuntungkan karena kutu yang mengganggu di badannya dimakan oleh burung jalak.

Simbiosis Komensalisme

Pernahkah kamu melihat suatu tanaman menempel pada pohon yang lebih besar? Misalnya sejenis tanaman paku, lumut kerak dan anggrek menempel pada pohon mahoni, mangga atau jambu air.
Anggrek dan paku sarang menempel pada pohon lain, tetapi tidak mengambil apa pun dari pohon yang ditempelinya karena daun anggrek atau paku berwarna hijau sehingga dapat membuat makanannya sendiri. Jadi, tanaman yang menempel tidak merugikan maupun menguntungkan tanaman yang ditempelinya. Hubungan timbale balik antara dua makhluk hidup yang keduanya tidak diuntungkan jiga tidak dirugikan disebut simbiosis komensalisme.

Simbiosis Parasitisme

Tahukah kamu tanaman tali putri? Tali putri berwarna kuning dan berbentuk seperti tali. Hidup di pohon lain dengan merambat ke seluruh daun tanaman lain yang berwarna hijau. Tanaman tempat hidup tali putru disebut tanaman inang atau induk. Tali putri menghisap makanan dari tanaman inangnya maka tanaman inang akan mati. Hubungan timbale balik antara dua makhluk hidup yang satu diuntungkan dan yang lain dirugikan disebut simbiosis parasitisme. Contoh tanaman parasit adalah benalu. Benalu yang dikenal untuk obat-obatan adalah benalu dari pohon teh.
READ MORE

Pengertian, Jenis, dan Contoh Majas Penegasan

Majas penegasan adalah gaya bahasa yang menggunakan kata-kata kiasan untuk menegaskan sesuatu untuk menimulkan kesan dan pengaruhnya terhadap para pendengar atau pembaca. Ada tujuh jenis majas penegasan. Dibawah ini adalah jenis dan contoh majas penegasan:

1. Pleonasme
Majas pleonasme adalah penegasaan arti suatu kata dengan menggunakan kata-kata secara berlebihan dengan. Contoh:
a) Semua warga yang di atas agar segera turun ke bawah.
b) Semua siswa wajib masuk ke dalam kelas setelah bel berbunyi.

2. Repetisi
Repetisi adalah majas perulangan kata-kata sebagai penegasan. Contoh:
a) Dialah yang kutunggu, dialah yang kunanti, dialah yang kuharap.
b) Marilah kita sambut pahlawan kita, marilah kita sambut idola kita, marilah kita sambut putra bangsa.

3. Paralelisme
Paralelisme adalah majas yang mengulang kata-kata yang sama. Majas perulangan biasanya banyak digunakan dalam puisi.
Contoh: Cinta adalah pengertian. Cinta adalah kesetiaan. Cinta adalah rela berkorban. Cinta adalah kebersamaan.

4. Tautologi
Tautologi adalah majas penegasan dengan mengulang beberapa kali sebuah kata dalam sebuah kalimat dengan maksud menegaskan. Kadang pengulangan itu menggunakan kata bersinonim. Misalnya:
a) Bukan, bukan, bukan itu maksudku. Aku hanya ingin bertukar pikiran saja.
b) Sebagai warga Indonesia seharusnya kita hidup rukun, akur, dan bersaudara.


5. Klimaks
Majas klimaks adalah gaya bahasa yang menyatakan beberapa hal berturut-turut dan makin lama makin meningkat. Misalnya:
a) Saat ini pengguna jejaring sosial facebook semakin meningkat karena siapa saja memang dapat menggunakannya, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa maupun yang tua..
b) Ketua RT, Rw, kepala desa, Camat, Bupati, gubernur, bahkan presiden sekalipun tak berhak mencampuri urusan pribadi seseorang.

6. Antiklimaks
Majas Antiklimaks adalah gaya bahasa yang menyatakan beberapa hal berturu-turut yang makin lama menurun.
a) Kepala sekolah, guru, dan siswa wajib mengikuti upacara bendera setiap hari Senin.
b) Lomba lari dilaksanakan untuk setiap kalangan baik tua, muda, kaya, miskin, semua boleh berpartisipasi.

7. Retorik
Majas retorik adalah gaya bahasa yang berupa kalimat tanya namun tak memerlukan jawaban. Tujuannya adalah untuk memberikan penegasan, sindiran, atau menggugah. Contoh:
a) Kata siapa cita-cita bisa didapat cukup dengan sekolah formal saja?
b) Apakah ini orang yang selama ini kamu bangga-banggakan?
READ MORE

Isi Perjanjian Bongaya

Membahas tentang isi perjanjian bongaya maka kita akan dibawa pada sejarah perlawanan Sultan Hasanudin terhadap penjajah Belanda VOC yang mendapat bantuan dari Aru Palaka dan pasukan Kapten Yonker. Pada peristiwa tersebut Sultan Hasanudin dan pasukannya terdesak dan terpaksa harus membuat kesepakatan dengan VOC yaitu penandatanganan perjanjian di Desa Bongaya pada tahun 1667.

Perjanjian Bongaya bertujuan untuk menjaga perdamaian dengan pasukan kompeni VOC, yang tentu saja dalam isi perjanjian bongaya tersebut banyak menguntungkan pihak VOC.

Berikut ini petikan isi penting dari perjanjian bongaya:

  1. VOC menguasai monopoli perdagangan di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.
  2. Makasar harus melepas seluruh daerah bawahannya, seperti Sopeng, Luwu, Wajo, dan Bone.
  3. Aru Palaka dikukuhkan sebagai Raja Bone.
  4. Makasar harus menyerahkan seluruh benteng-bentengnya.
  5. Makasar harus membayar biaya perang dalam bentuk hasil bumi kepada VOC setiap tahun.


Dengan adanya perjanjian tersebut maka rakyat Indonesia telah banyak dirugikan, apalagi antara pasukan Sultan Hasanudin dan Aru Palaka berhasil di adu domba sehingga memecah belah persatuan rakyat Makassar. Tulisan ini adalah kelanjutan topik mengenai isi piagam jakarta yang telah kita bahas beberapa waktu lalu untuk memperjelas tentang sejarah bangsa Indonesia.
READ MORE

Bencana Alam yang Sering Terjadi di Indonesia

Apapun aktivitas alam yang terjadi disebut juga dengan peristiwa alam. Segala macam bencana alam termasuk dalam peristiwa alam. Lalu peristiwa alam apa yang sering terjadi di Indonesia? Ada 5 peristiwa alam yang sering terjadi, yaitu:

Gempa Bumi

Gempa dibedakan menjadi tiga, yaitu gempa vulkanik, tektonik dan runtuhan. Gempa yang paling hebat adalah gempa tektonik. Gempa tektonik itu sendiri terjadi karena pergeseran kerak bumi. Sebagian besar gempa tektonik terjadi ketika dua lempeng saling bergesekan. Gempa bumi ini dapat mengakibatkan pohon-pohon tumbang bangunan runtuh, tanah terbelah dan makhluk hidup termasuk manusia juga menjadi korban.

Kekuatan gempa bumi itu sendiri berbeda-beda. Untuk mengukur kekuatan gempa dapat dengan menggunakan skala Richter. Sedangkan alat untuk mengukur gempa adalah seismograf. Gempa tektonik terjadi karena adanya pusat gempa. Pusat gempa dapat berada di daratan atau lautan. Pusat gempa yang berada di lautan dapat menyebabkan gempa bumi di bawah laut. Gempa seperti ini bisa menyebabkan gelombang hebat yang disebut dengan tsunami. Tsunami itu bergerak menuju oantai dengan kecepatan yang sangat tinggi dan kekuatannya sangat besar. Kecepatannya dapat mencapai 1.000 km per jam. Ketika mencapai pantai, gelombang tersebut naik sehingga membentuk dinding raksasa. Gelombang laut normal memiliki ketinggian antara 1-2 meter. Namun, pada saat tsunami, tinggi gelombang dapat mencapai 30-50 meter. Kecepatan tsunami ini dapat merusak apa saja yang dilaluinya. Di Indonesia juga pernha terjadi tsunami yang diawali dengan gempa bumi pada 26 Desember 2003 yang melanda Banda Aceh.

Tanah longsor

Penyebab utama tanah longsor adalah hujan deras. Hal ini karena tanah tidak sanggup menahan tampungan air hujan akibat tanah yang sudah gundul atau tak ada lagi pohon yang bisa menahan air. Tanah longsor dapat meruntuhkan semua benda diatasnya. Tanah longsor juga bisa menimbun rumah-rumah penduduk yang ada di bawahnya.

Gunung meletus

Meletusnya gunung api akan menyebabkan semburan awan debu, abu dan lelehan batuan pijar atau lava. Lava ini sangat panas. Saat lava keluar dari puncak gunung api, maka apa saja yang dilaluinya akan terbakar. Namun saat dingin, aliran lava ini akan mengeras dan menjadi batu. Apabila lava ini bercampur dengan air hujan dapat menyebabkan banjir lahar dingin.

Gunung meletus biasanya juga disertai dengan gempa bumi. Gempa ini disebut gempa vulkanik. Tentu saja letusan gunung api akan merugikan manusia. Hutan-hutan dapat terbakar akibat lava pijar yang dikeluarkan oleh gunung api. Banyak tumbuhan dan hewan yang mati karenanya. Lava ini juga dapat memakan korban jiwa manusia dan menyebabkan kerusakan yang sangat parah. Contoh, meletusnya gunung Merapi di Yogyakarta pada akhir tahun 2010 banyak memakan korban jiwa, termasuk juru kunci dari gunung Merapi itu sendiri, tak lain adalah mbah Marijan. Perumahan warga, hutan dan sawah rusak karena semburan awan panas. Selain itu juga masih ada beberapa gunung berapi yang masih aktif, seperti gunung Sinabung yang baru-baru ini juga meletus dan merusak sebagian kehidupan warga di dekat gunung tersebut.

Banjir

Hujan deras tidak hanya menyebabkan tanah longsor, tapi juga menyebabkan banjir. Banjir bisa terjadi karena kurangnya tempat untuk air mengalir. Sering kali sungai tidak mampu menampung air hujan sehingga air meluap menjadi banjir. Tentu saja banjir berdampak buruk bagi kehidupan manusia. Rumah-rumah dan ribuan hektar sawah rusak karenanya. Jalan-jalan putus dan tidak bisa dilewati. Korban banjirpun dapat terancam berbagai penyakit seperti diare, kolera dan penyakit kulit. Di Indonesia sendiri ada beberapa kota yang sering terjadi banjir jika curah hujan tinggi, diantaranya di Jakarta, Solo, Aceh, Lampung.

Angin put'ing beliung

Angin put'ing beliung merupakan angin yang sangat kencang dan bergerak memutar. Pu'ting beliung biasanya terjadi pada saat hujan deras yang diertai angin kencang. Kecepatan angin pu'ting beliung mencapai 175 km/ jam. Benda apa saja dapat terbang jika dilalui angin puting beliung. Beberapa daerah yang mengalami angin ini adalah Magelang, Lampung, Garut, Nusa Tenggara Timur dan Banjarmasin.
READ MORE

Ciri-Ciri Planet Yupiter

Planet Yupiter adalah planet dalam tata surya dengan ukuran paling besar yang memiliki ciri khusus adanya gelang cincin mengitari planet tersebut. Dikatakan ciri ciri planet Yupiter ini memiliki keunikan khas yang tidak ada pada planet lainnya, selain cincin yang terbuat dari debu bekas gagalnya pembentukan satelit alam, Yupiter juga merupakan planet dengan diameter terbesar.

Selengkapnya mengenai tanda dan ciri yang dimiliki Yupiter silahkan lihat pada tabel dibawah:

Ciri-Ciri Planet Yupiter

Kalau kita cermati planet Yupiter ini tergolong planet dengan ukuran besar yang berbeda dengan karakteristik planet lainnya. Kalau di Bumi terdapat 1 buah satelit yaitu bulan, namun di Yupiter ada 63 satelit yang selalu berputar mengelilingi planet ini.

Nah demikian sedikit ulasan mengenai salah satu planet dalam tata surya kita, yaitu Jupiter atau Yupiter yang sering dipelajari dimasa sekolah. Masih ada beberapa planet lagi dalam susunan tata surya yang akan kita bahas di lain kesempatan.
READ MORE

Daftar nama monumen bersejarah di Indonesia

Kemerdekaan Indonesia tidaklah diperoleh dengan mudah. Yah, untuk itu perlu kita ingat jasa-jasa para pahawan nasional yang rela mengorbankan jiwa dan raganya demi meraih kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia 68 tahun silam. Untuk itu, pemerintah memutuskan untuk membangun monumen perjuangan di beberapa daerah guna mengingatkan kita akan berharganya perjuangan para pahlawan yang kini telah tiada demi kita saat ini dan di masa yang akan datang. Monument tersebut dibangun di beberapa wilayah di seluruh Indonesia yang kini bisa dikatakan sebagai identitas dari wilaya tersebut. Apa saja monument itu?

Berikut adalah daftar nama monumen bersejarah di Indonesia:

1. Monumen Nasional
Monumen Nasional atau lebih sering disebut Monas ini terletak di tengah Lapangan Medan Merdeka, Jakarta Pusat. Monas ini mulai dibangun pada tanggal 17 Agustus 1961 yang diperintahkan oleh Presiden Soekarno, hingga pada akhirnya Monas ini dibuka pada tanggal 12 Juli 1975. Monumen perjuangan setinggi 132 meter ini didirikan untuk mengenang jasa para pahlawan Indonesia dalam perjuangannya merebut kemerdekaan dai pemerintahan Kolonial HIndia Belanda. Puncak dari Monas ini dimahkotai dengan lidah api yang dipalisi dengan emas yang melambangkan semangat perjuangan yang membara. Sampai saat ini Monas dibuka untuk wisata sejarah, buka setiap hari dari pukuk 08.00 – 15.00 WIB.

2. Tugu Yogyakarta
Tugu Yogyakarta atau “tugu gal” putih adalah salah satu lambang atau identitas dari kota Yogyakarta yang terletak di perempatan Jl. Jenderal Sudirman dan Jl. Mangkubumi. Sultan Hamengkubuwono I adalah pendiri Keraton Yogyakarta yang sekaligus juga pendiri Tugu ini. Tugu. Konon katanya, tugu ini merupakan symbol penghubung laut selatan, keratin Yogyakarta dan gunung Merapi. Ketika melakukan meditasi, Sultan Yogyakarta menggunakan Tugu ini sebagai patokan arah menghadap puncak gunung Merapi.

3. Tugu Khatulistiwa
Tugu Khatulistiwa atau Equator Monument terletak di Jalan Khatulistiwa, Pontianak Utara, Propinsi Kalimantan Barat. Sama seperti halnya Tugu Yogyakarta, tugu ini juga menjadi salah satu identitas dari kota Pontianak yang juga dijadikan sebagai ikon wisata sejarah. Mengapa dinamakan sebagai tugu Khatulistiwa? Untuk tahu jawabannya, cobalah datang ke tempat ini pada tanggal 21-23 Maret dan 21-23 September, pada rentang tanggal tersebut, bukan hal mustahil kalian akan menemukan peristiwa titik kulminasi Matahari, yakni peristiwa alam ketika Matahari tepat berada di garis khatulistiwa dimana posisi matahari tepat berada di atas kepala sehingga semua bayangan dari benda-benda di bumi tidak akan nampak.

4. Monumen Van der Wijck
Monumen Kapal Van der Wijck terletak di kabupaten Lamongan, Jawa Timur, tepatnya di halaman kantor Pelabuhan Brondong daerah Pantura. Monumen yang didirikan oleh Pemerintah Hindia-Belanda ini dimaksudkan sebagai ucapan terimakasih kepada nelayan Brondong karena telah menyelamatan para awak kapal dan penumpang yang tenggelam pada tahun 1936.

5. Tugu Proklamasi
Terletak di kompleks Taman Proklamasi di Jl. Proklamasi (dahulunya disebut Jl. Pegangsaan Timur No. 56), Jakarta Pusat. Tugu ini didirikan sebagai tugu peringatan proklamasi kemerdekaan Negara Republik Indonesia. Di kompleks ini juga berdiri dengan megah patung Soekarno-Hatta yang digambarkan seperti pada foto ketika pertama kali dibacakannya naskah proklamasi. Diantara kedua patung proklamator tersebut, dibangun pula naskah proklamasi yang terbuat dari lempeng batu marmer hitam, beserta dengan susunan dan bentuk tulisan yang menyerupai ketikan naskah aslinya.

6. Monumen Garuda Wisnu Kencana
Patung Garuda Wisnu Kencana ini adalah karya seorang pematung dari Bali, I Nyoman Nuarta. Terletak di Bukit Unggasan, Jimbaran, Bali, patung GWK ini adalah salah satu taman wisata yang ada di Bali dan Indonesia. Patung ini terbuat dari campuran tembaga dan baja seberat 4.000 ton, dengan tinggi 75 meter dan lebar 60 meter. Patung ini berwujud Dewa Wisnu, dimana dalam agama Hindu, Dewa Wisnu dipercaya sebagai Dewa Pemelihara (Sthiti).

7. Monumen Bandung Lautan Api
Monumen ini terletak di kawasan Lapangan Tegallega. Sudah jelas monument ini didirikan untuk memperingati peristiwa Bandung Lautan Api, dimana terjadi pembumihangusan Bandung Selatan yang dipimpin oleh Muhammad Toha.

8. Monumen Dirgantara
Monument ini lebih dikenal dengan sebutan Patung Pancoran. Monumen ini juga terletak di Jakarta, tepatnya di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan. Patung ini dirancang atas dasar permintaan Bung Karno untuk menunjukkan keperkasaan bangsa Indonesia di bidang dirgantara, dimana keperkasaan itu bisa dicapai dengan menigkatkan sifat jujur, berani dan semangat yang membara.

9. Monumen Palagan Ambarawa
Seperti namanya, monument ini terletak di Ambawara,Semarang. Tujuan didirikannya monument ini adalah untuk mengenang sejarah pertempuran Palagan Ambarawa pda tanggal 12-15 Desember 1945. Pada saat itu, pasukan sekutu mengundurkan diri dari Magelang ke Ambawara, dan pasukan sekutu itu dapat dihancurkan oleh pasukan TKR dibawah pimpinan Kolonel Sudirman pada tanggal 15 Desember 1945. Pada monumen ini juga terdapat seragam para tentara Jepang, Belanda, dan Indonesia, senjata, tank kuno dan meriam, serta Mustang Belanda yang berhasil ditembak jatuh ke dalam Rawa Pening.

10. Monumen Kapal Selam
Monumen ini biasa disingkat dengan Monkasel, berada di Embong Kaliasin, Genteng, Surabaya. Monumen ini adalah kapal selam KRI Pasopati 410 yang dulu dilibatkan dalam pertempuran Laut Aru dalam membebaskan Irian Barat dai pendudukan Belanda.

11. Monumen Jogja Kembali
Monumen Jogja Kembali yang biasa disingkat dengan Monjali ini berada di Yogyakarta. Monumen berbentuk kerucut ini dibangun pada tanggal 29 juni 1985 . Monjali ini didirikan atas dasar gagasan Kolonel Soegiarto yang dulunya adalah Walikotamadya Yogyakarta pada tahun 1983. Alasan kenapa monument ini dinamai dengan Monumen Jogja Kembali adalah karena peristiwa ditariknya tentara pendudukan Belanda dari Ibukota RI, Yogyakarta pada saat itu, yaitu tanggal 29 Juni 1949. Dimana monument ini adalah tanda atau tetenger dari peristiwa tersebut.
READ MORE