Motor 2 langkah dan 4 langkah



           Secara umum, sepeda motor di Indonesia mempunyai jenis mesin 2 langkah dan 4 langkah. Kedua jenis mesin ini sama-sama menggunakan bahan bakar bensin. Namun, untuk jenis sepeda motor 2 langkah, sistem pelumasannya menggunakan oil pelumas yang dicampur bahan bakar bensin. Akibat pencampuran bahan bakar bensin dengan oil pelumas, hasil pembakaran menghasilkan residu asap yang cukup pekat dan berbau.
Mesin sepeda motor 2 langkah mempunyai getaran dan suara yang lebih keras daripada mesin sepeda motor 4 langkah. Keunggulan mesin 2 langkah adalah mempunyai akselerasi yang cepat dan kuat. Dari sisi konsumsi bahan bakar, bensin mesin 2 langkah lebih boros dibanding mesin 4 langkah. Misalnya, Yamaha RX King yang dijuluki sebagai “Raja Jalanan” atau “Motor Maling” (karena banyak kasus penjambretan, perampokan dan tindak kejahatan menggunakan Yamaha RX King), mempunyai 125 cc hanya mampu mengonsumsi bahan bakar bensin 25-30km per liter.
Hal ini sangat ironis dengan Honda Mega Pro yang mempunyai kapasitas mesin 200 cc hanya membutuhkan bahan bakar bensin 50-61.5km per liter. Berbeda dengan mesin sepeda motor 4 langkah yang hanya mengonsumsi bahan bakar murni. Pelumasan mesin 4 langkah langsung menggunakan oil mesin di bak carternya. Hasil pembakaran mesin 4 langkah pun tidak membuat pening kepala atau hidung tersumbat.
Getaran mesin sepeda motor 4 langkah sangat halus dan nyaris tidak terdengar. Kelemahan sepeda motor 4 langkah adalah usia oil mesin yang relatif lebih pendek dibanding mesin 2 langkah.

            Teknologi Supply Bahan Bakar
Teknologi supply bahan bakar yang ada saat mulai merasuk seperti yang diterapkan pada mobil. Teknologi karburator dari tahun ke tahun tidak mempunyai peningkatan yang signifikan dengan perkembangan mesin ataupun suspensi dan pengapian. Padahal, saat ini, mesin hybrid sudah menggema.
Honda Supra X 125 PGM F1 adalah pencetus teknologi injeksi bahan bakar bensin pada sepeda motor. Hasil teknologi injeksi bahan bakar ini membuat mesin jauh lebih halus dan sangat hemat bahan bakar. Honda Supra X 125 PGM F1 mampu menembus konsumsi bahan bakar 70-75km per liter. Kesuksesan Honda PGM F1 ini disusul oleh pabrikan Yamaha untuk menerapkan teknologi injeksi sebagai pengganti karburator.
Yamaha menerapkan teknologi injeksi pertamanya di Yamaha Sport Vixion yang mengonsumsi bahan bakar bensin 60km per liter. Tidak mau ketinggalan, Suzuki juga menyusul dengan sepeda motor Shogun 125. Konsumsi bahan bakar Shogun 125 Injeksi sama dengan Honda Supra X 125 PGM F1.


Artikel Terkait

0 comments:

Post a Comment